PAPUA & OAP ·

ORANG ASLI PAPUA MENJADI TUAN DI NEGERI SENDIRI

Ilustrasi artikel ORANG ASLI PAPUA MENJADI TUAN DI NEGERI SENDIRI

Oleh: Dr. Imanuel Gurik, S.E., M.Ec.Dev.

Birokrat & Pemerhati Pembangunan Papua

Saya Ingin Memulai dari Pertanyaan Sederhana

Saya sering bertanya kepada diri saya sendiri: apa sebenarnya arti Orang Asli Papua menjadi tuan di negeri sendiri?

Bagi saya, pertanyaan ini bukan hanya tentang siapa yang tinggal di Papua. Ini menyangkut bagaimana Orang Asli Papua dapat hidup dengan bermartabat, berkembang di tanah kelahirannya, dan mempunyai kemampuan untuk menentukan masa depannya.

Menjadi tuan di negeri sendiri bukan berarti menutup diri atau menguasai orang lain. Artinya, Orang Asli Papua mempunyai tempat yang kuat dalam kehidupan sosial, ekonomi, pemerintahan, dan pembangunan Papua.

Papua adalah rumah besar. Di dalamnya terdapat tanah, hutan, laut, sungai, budaya, bahasa, adat, sejarah, dan kehidupan masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi. Karena itu, pembangunan harus memastikan bahwa Orang Asli Papua tidak kehilangan ruang hidup dan kesempatan untuk berkembang.

Tujuan Perlindungan OAP

Menurut saya, perlindungan Orang Asli Papua harus mempunyai tujuan yang jelas: menjaga keberadaan, martabat, hak, kesempatan, dan masa depan OAP.

Perlindungan itu terutama menyangkut beberapa hal.

Pertama, tanah dan ruang hidup harus dihormati dan dijaga. Tanah bagi masyarakat Papua bukan sekadar aset, tetapi bagian dari kehidupan, sejarah, keluarga, adat, dan masa depan.

Kedua, kualitas manusia harus diperkuat melalui pendidikan, kesehatan, dan keterampilan. Anak Papua harus dipersiapkan agar mampu bersaing dan mengambil peran dalam berbagai bidang.

Ketiga, kemandirian ekonomi harus dibangun. Orang Papua harus mempunyai kesempatan untuk bekerja, berusaha, memiliki usaha, mengakses modal, teknologi, dan pasar.

Keempat, budaya dan identitas harus tetap hidup. Kemajuan tidak boleh membuat generasi Papua kehilangan bahasa, adat, nilai, dan sejarahnya.

Kelima, OAP harus menjadi pelaku pembangunan, bukan hanya penerima manfaat. Mereka perlu terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pembangunan yang menyangkut kehidupan mereka.

Bagi saya, itulah inti perlindungan: memastikan Orang Asli Papua mempunyai ruang, kesempatan, kemampuan, dan masa depan di tanahnya sendiri.

Tanah Bukan Sekadar Tempat Tinggal

Saya melihat persoalan tanah sebagai salah satu hal yang sangat penting.

Bagi masyarakat Papua, tanah mempunyai hubungan dengan marga, keluarga, adat, dan kehidupan sehari-hari. Karena itu, setiap pembangunan yang berkaitan dengan tanah masyarakat perlu dilakukan secara terbuka dan menghormati hak serta kepentingan masyarakat yang berkaitan.

Pendataan dan pemetaan wilayah masyarakat perlu diperkuat. Masyarakat juga harus mendapatkan informasi yang jelas mengenai rencana pembangunan yang berdampak pada kehidupan mereka.

Saya ingin masyarakat memahami apa yang akan dilakukan, apa manfaatnya, apa risikonya, dan bagaimana posisi mereka dalam proses tersebut.

Dengan begitu, pembangunan dapat berjalan dengan lebih terbuka dan masyarakat tidak merasa ditinggalkan.

Pendidikan Menjadi Kunci

Saya selalu melihat pendidikan sebagai jalan utama untuk memperkuat Orang Asli Papua.

Anak Papua harus mendapatkan kesempatan belajar yang baik, baik di kota maupun di kampung. Kita perlu memperkuat sekolah, guru, fasilitas pendidikan, beasiswa, dan pelatihan keterampilan.

Saya ingin melihat anak Papua menjadi dokter, guru, dosen, ekonom, pengusaha, insinyur, ahli hukum, teknisi, peneliti, dan pemimpin.

Namun, saya juga ingin mengatakan kepada anak-anak Papua: kesempatan harus diikuti dengan kerja keras.

Jangan merasa rendah diri karena berasal dari kampung. Jangan merasa bahwa orang lain selalu lebih hebat.

Belajarlah. Tingkatkan kemampuan. Kuasai teknologi. Berani bermimpi dan berani bekerja untuk mewujudkan mimpi itu.

Kalau kita ingin menjadi tuan di negeri sendiri, kita harus mempersiapkan diri.

Ekonomi Harus Memberikan Ruang bagi Orang Papua

Saya juga ingin melihat perubahan dalam bidang ekonomi.

Orang Papua jangan hanya menjadi konsumen. Kita harus mulai menjadi produsen.

Petani harus mendapatkan akses pasar. Nelayan harus mendapatkan dukungan untuk mengembangkan usahanya. Anak muda harus didorong menjadi pengusaha. Pelaku usaha Papua harus mendapatkan akses modal, teknologi, pendampingan, dan jaringan pasar.

Kalau ada kegiatan pembangunan dan usaha di Papua, masyarakat lokal harus mempunyai kesempatan untuk masuk dalam rantai ekonominya sesuai kemampuan dan ketentuan yang berlaku.

Misalnya, masyarakat dapat menjadi pemasok barang dan jasa, tenaga kerja terampil, pengelola usaha, atau pelaku ekonomi lainnya.

Dengan begitu, pembangunan tidak hanya menghasilkan proyek, tetapi juga menghasilkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Pemerintah Harus Membuka Kesempatan

Saya melihat pemerintah mempunyai tanggung jawab penting dalam memastikan kesempatan tersebut benar-benar tersedia.

Kalau anak Papua belum mempunyai keterampilan, maka pemerintah dan lembaga terkait harus membantu mempersiapkannya.

Saya tidak ingin kita hanya mengatakan, “orang Papua belum siap.”

Kalau belum siap, maka mari kita siapkan.

Kalau keterampilannya belum cukup, berikan pelatihan.

Kalau akses modalnya terbatas, bangun mekanisme pembiayaan yang tepat.

Kalau akses pasarnya sulit, bantu membuka jaringan pasar.

Dengan cara seperti itu, perlindungan berubah menjadi pemberdayaan.

Perlindungan dan Keterbukaan Harus Berjalan Bersama

Saya tidak melihat orang yang datang dari luar Papua sebagai musuh.

Papua membutuhkan kerja sama. Kita membutuhkan ilmu pengetahuan, teknologi, pengalaman, dan investasi yang bertanggung jawab.

Tetapi keterbukaan tidak boleh membuat Orang Asli Papua kehilangan ruang.

Kita bisa bekerja sama dengan siapa saja, tetapi masyarakat Papua harus mendapatkan kesempatan untuk berkembang.

Kita bisa menerima investasi, tetapi kepentingan masyarakat dan lingkungan harus diperhatikan.

Kita bisa menerima pembangunan, tetapi Orang Asli Papua harus ikut menjadi pelaku dan merasakan manfaatnya.

Bagi saya, inilah keseimbangan yang harus kita bangun.

Menyiapkan Generasi Papua

Saya percaya perubahan harus dimulai dari keluarga.

Orang tua harus mendorong anak untuk sekolah. Anak-anak harus mempunyai kemauan untuk belajar. Guru harus memberikan pendidikan yang baik. Pemerintah harus membuka kesempatan. Dunia usaha harus memberikan ruang. Masyarakat harus ikut mengawasi.

Kita juga harus mempersiapkan generasi muda untuk menjadi pemimpin.

Tetapi pemimpin bukan hanya soal jabatan. Pemimpin harus mempunyai kemampuan, integritas, disiplin, dan keberanian untuk melayani masyarakat.

Saya ingin melihat anak Papua memimpin karena kemampuan dan kerja kerasnya, serta tetap mempunyai rasa tanggung jawab terhadap masyarakat dan tanah kelahirannya.

Menjadi Tuan di Negeri Sendiri

Pada akhirnya, saya memahami menjadi tuan di negeri sendiri sebagai sebuah proses.

Kita harus memperkuat manusia Papua.

Kita harus menjaga tanah.

Kita harus meningkatkan pendidikan.

Kita harus membangun ekonomi.

Kita harus menjaga budaya.

Kita harus memperluas kesempatan kerja.

Kita harus mempersiapkan pemimpin.

Dan kita harus memastikan pembangunan memberikan ruang kepada masyarakat Papua untuk ikut menentukan masa depannya.

Saya ingin melihat Orang Asli Papua berdiri dengan kepala tegak di tanahnya sendiri. Bukan karena merasa lebih tinggi dari orang lain, tetapi karena mempunyai pendidikan, keterampilan, pekerjaan, usaha, dan kepercayaan diri.

Menjadi tuan di negeri sendiri berarti mampu berdiri dengan kemampuan sendiri, menjaga identitas, memanfaatkan kesempatan, dan bertanggung jawab terhadap masa depan Papua.

Bagi saya, perlindungan OAP bukan tujuan untuk membuat masyarakat terus bergantung. Tujuannya adalah membangun kemandirian dan kekuatan agar Orang Asli Papua mampu menentukan masa depannya.

Papua terbuka untuk bekerja sama dengan siapa saja. Tetapi di tengah keterbukaan itu, Orang Asli Papua harus tetap mempunyai ruang yang kuat untuk hidup, berkembang, berkarya, dan memimpin.

Inilah yang saya maksud: Orang Asli Papua menjadi tuan di negeri sendiri—bukan untuk menguasai orang lain, tetapi untuk mampu menjaga, membangun, dan menentukan masa depan tanah kelahirannya sendiri.

_____________

Bacaan terkait

Artikel Lainnya

Semua artikel
Ilustrasi artikel ANAK PAPUA BISA

Pendidikan & Pembangunan Manusia Papua ·

ANAK PAPUA BISA

ANAK PAPUA BISA Bermimpi, Pendidikan, dan Perubahan Dr. Imanuel Gurik, S.E., M.Ec.Dev. Birokrat dan Pemerhati Pembangunan Papua ANAK PAPUA…

Ilustrasi artikel MEMPROTEKSI KEASLIAN ORANG ASLI PAPUA

KEASLIAN OAP ·

MEMPROTEKSI KEASLIAN ORANG ASLI PAPUA

MEMPROTEKSI KEASLIAN DAN JATI DIRI ORANG ASLI PAPUA Oleh: Imanuel Gurik Birokrat dan Pemerhati Pembangunan Papua Memproteksi keaslian dan…

↑